Mengulas Pelebon, Upacara Pembakaran Jenazah Bangsawan Bali - Beritabali.com

About Bali

Mengulas Pelebon, Upacara Pembakaran Jenazah Bangsawan Bali

Minggu, 23 Januari 2022 | 13:00 WITA
Mengulas Pelebon, Upacara Pembakaran Jenazah Bangsawan Bali

Mengulas Pelebon, Upacara Pembakaran Jenazah Bangsawan Bali

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, NASIONAL.
Baru-baru ini telah dilaksanakan puncak Pelebon Ida Cokorda Pemecutan XI. Acara ini dilaksanakan dengan skala yang sangat besar di Denpasar. Pelebon sebenarnya merupakan upacara pembakaran jenazah seperti Ngaben. Namun apakah perbedaannya, berikut pembahasannya.
Tradisi pelebon dan ngaben terlihat sama, namun faktanya berbeda. Meskipun sama-sama melakukan prosesi pembakaran jenazah di Bali, tetapi keduanya memiliki beberapa perbedaan. Berikut pengeritan pelebon di Bali:

1. Pelebon merupakan upacara pembakaran jenazah bagi kaum brahmana atau ksatria Bali

Istilah upacara pelebon biasanya disematkan untuk prosesi pembakaran jenazah kaum tertentu, seperti dari kalangan brahmana dan ksatria di Bali. Brahmana yang dimaksud adalah seorang sulinggih, sedangkan ksatria merupakan bangsawan atau pengelingsir puri di Bali.
Upacara pelebon biasanya digelar lebih besar jika dibandingkan dengan ngaben biasa, meskipun keduanya sama-sama dilaksanakan dengan persiapan yang membutuhkan waktu panjang.
Pelebon yang paling terkenal lainnya adalah permaisurinya Raja Klungkung Ida I Dewa Agung Oka Geg (Raja Klungkung terakhir yang diangkat oleh Belanda, dan telah meninggal tahun 1965 silam), Ida I Dewa Agung Istri Putra, tahun 2014 lalu.
Pelebonnya menggunakan sarana Lembu, Naga Banda, dan Bade Tumpang Sawelas (Menara jenazah dengan atap bertingkat 11) setinggi 28 meter dengan berat sekitar 7 ton. Sebanyak 350 masyarakat mengangkat bade tersebut dalam satu kali putaran dengan jarak 100 meter. Pelebon ini melibatkan ribuan masyarakat Klungkung, yang tumpah ruah memenuhi jalanan di Kota Semarapura. Masyarakat dari penjuru Bali juga datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sang permaisuri.

2. Jenazah biasanya disemayamkan di rumah selama persiapan pelebon

Jenazah biasanya disemayamkan dulu di rumah (Griya) duka sejak meninggal dunia sampai pelaksanaan pelebon. Selama disemayamkan di rumah, biasanya diberikan suguhan tertentu oleh keluarga seakan-akan almarhum masih hidup.
Halaman :

TAGS : Pelebon Ida Cokorda Pemecutan XI Pelebon Ngaben Berita Bali Berita Bahasa Bali Berita Berbahasa Bali Berita Bali Terkini Berita Bali Hari Ini Beritabali Informasi Bali


Beritabuleleng.com - Media Online Buleleng Bali Terkini

Menyajikan Berita Politik, Seksologi, Hukum, Kriminal, Wisata, Budaya, Tokoh, Ekonomi, Bisnis, Pendidikan di Buleleng, Bali, Nasional dan Dunia.



About bali Lainnya :


Berita Lainnya

Trending About Bali

Berita Bali TV