Begini Kondisi Bali Pasca Erupsi Gunung Agung - Beritabali.com

About Bali

Begini Kondisi Bali Pasca Erupsi Gunung Agung

Minggu, 19 Desember 2021 | 09:05 WITA
Begini Kondisi Bali Pasca Erupsi Gunung Agung

beritabali.com/foto: bbc/Begini Kondisi Bali Pasca Erupsi Gunung Agung

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, BANGLI.
Gunung Agung di Pulau Bali erupsi pada 17 Maret 1963. Pasca erupsi, muncul berbagai fenomena alam mulai hujan pasir hingga hujan abu.
Pengalaman melihat langsung fenomena letusan Gunung Agung ini diceritakan oleh warga Bali, Made Suganda, dalam buku "Bali Jadul" yang disusun oleh Putu Setiawan.
Dalam buku itu Suganda menceritakan: Pada suatu hari setelah 2 atau 3 hari (kalau saya tidak salah) bencana itu betul-betul datang. Yang pertama kali adalah hujan biasa yang begitu lebat. Setelah itu disusul dengan hujan pasir yang berlangsung cukup lama. Bisa dibayangkan ketika itu ada hujan pasir yang mana ukurannya dari halus sampai dengan berukuran sekitar 50 milimeter. 
Pada saat kendaraan bermotor sangat jarang, baik itu sepeda motor maupun mobil. Untuk mobil pribadi sangat jarang sekali. Kalau di Kota Bangli mungkin sejumlah jari tangan kanan saja (5 buah). Oleh karena itu saat terjadinya bencana hujan pasir maupun hujan abu tidak banyak korban material di kota tempat saya tinggal yaitu Kota Bangli. Setelah turunnya hujan pasir maka secara rutin tiap hari  hampir selalu terjadi hujan abu dalam tempo yang cukup lama. Kejadian ini berlangsung terus menerus, berhari-hari, berminggu-minggu dan berbulan-bulan.
Beberapa lama kemudian setelah Gunung Agung meletus, masih di tahun 1963, masyarakat banyak mulai merasakan akibatnya dari erupsi Gunung Agung tersebut. Tanaman atau tumbuh-tumbuhan yang menjadi sumber makanan mulai mengalami masalah. Satu persatu dan berkelanjutan, tanaman, tumbuhan menjadi mati. Panen padi maupun palawija gagal total dalam berkali-kali periode. Peristiwa alam ini menjadi sangat berpengaruh bagi kehidupan sosial ekonomi dan budaya masyarakat saat itu. Cadangan pangan dalam semua bentuk bukan hanya terbatas namun juga minus atau kekurangan. Perayaan hari suci dan upacara yang pada jaman itu biasanya berlangsung memang sanagt sederhana, tetapi  akibat bencana tersebut terselenggara dengan apa adanya.
Seingat saya, orang tua saya tidak pulang kampung ke Klungkung saat ada upacara "piodalan" di kampung halaman. Hal tersebut berlangsung selama hampir 3 kali piodalan (kurang lebih 1,5-2 tahun). Setelah beberapa minggu atau bulan dari saat Gunung Agung meletus, maka mulailah tumbuh berbagai jenis penyakit, mulai dari penyakit kurang gizi, penyakit pernafasan, penyakit kulit, dan lain-lainnya.
Halaman :

TAGS : Gunung Agung Erupsi Bali Berita Bali Berita Bahasa Bali Berita Berbahasa Bali Berita Bali Terkini Berita Bali Hari Ini Beritabali Informasi Bali


Beritatabanan.com - Media Online Tabanan Bali Terkini

Menyajikan Berita Politik, Seksologi, Hukum, Kriminal, Wisata, Budaya, Tokoh, Ekonomi, Bisnis, Pendidikan di Tabanan, Bali, Nasional dan Dunia.



About bali Lainnya :


Berita Lainnya

Trending About Bali

Berita Bangli Terkini

Lihat Semua

Berita Bali TV