Kisah Cinta Segitiga Dibalik Perang Puputan Badung 1906 (1) - Beritabali.com

About Bali

Kisah Cinta Segitiga Dibalik Perang Puputan Badung 1906 (1)

Senin, 20 September 2021 | 12:45 WITA
Kisah Cinta Segitiga Dibalik Perang Puputan Badung 1906 (1)

beritabali.com/ist /foto: lukisan Puputan Badung, The Fall Of Kingdom 1906, karya Agung Mangu Putra

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Perang Puputan Badung 20 September 1906, dikenal sebagai salah satu peristiwa heroik di Bali, yang menceritakan keberanian rakyat Kerajaan Badung dalam menghadapi penjajah. Dibalik cerita perang dengan peristiwa puputan (perang sampai titik darah penghabisan) melawan penjajah Belanda, terdapat kisah asmara segitiga yang melibatkan seorang putri raja dan 2 pangeran di lingkungan Puri Pemecutan dan Puri Denpasar waktu itu. 
Tulisan kisah nyata ini merupakan hasil karya seniman yang juga keluarga Puri Pemecutan, Ngurah Gede Pemecutan. 
Bagian Pertama Diceritakan kisah tantang kemakmuran Kerajaan Badung (Bandana Negara) jauh sebelum perang Puputan Badung pada tanggal 20 September 1906. Suasana dan keberadaan Kerajaan Badung yang gemah ripah loh jinawi, tertib, aman dan tentram, rakyatnya makmur berkecukupan, sehingga kehidupan rakyat dan seni budaya itu, tumbuh dengan subur serta berkembang sangat baik. 
Dalam keadaan demikian, Raja Badung I Gusti Ngurah Agung Pemecutan, berpikir-pikir tentang keadaan dan kondisi dirinya sendiri, yang secara fisik sudah lingsir (tua) dan sakit-sakitan. Teringat Beliau tidak mempunyai putra laki-laki, yang akan menggantikan tahta Kerajaan, sesudah Beliau akan pergi untuk selamanya. Hanya anak putri yang sudah dewasa Beliau miliki, sebagai ahli waris satu-satunya. 
Dalam kesedihan yang menyelimuti pikiran, tiba-tiba Beliau teringat akan salah satu dari dua orang putra yang kemungkinan akan dapat diharapkan sebagai pengganti dirinya, dan mendampingi sang putri, Anak Agung Ayu Oka, sebagai Raja Badung di kemudian hari. 
Salah satunya adalah dari Puri Pemecutan Kanginan I Gusti Ngurah Ketut Bima, seorang pemuda tampan, mempunyai perawakan tinggi besar, hitam manis serta rupawan, berwatak tegas dan pemberani, benar-benar perwujudan seorang ksatriya sejati sesuai dengan nama beliau Sang Bima dalam kisah pewayangan ceritera Maha Barata. 
Yang lainnya adalah I Gusti Ngurah Made Agung Denpasar dari Puri Denpasar, Beliau juga seorang pria berwajah tampan, cerdas dan berwibawa, sebagai seorang sastrawan muda yang berbakat, pradnyan dan sangat bijaksana. 
Halaman :

TAGS : Sejarah Puputan Badung Berita Bali Berita Bahasa Bali Berita Berbahasa Bali Berita Bali Terkini Berita Bali Hari Ini Beritabali Informasi Bali


Beritalombok.com - Media Online Lombok Dompu Bima Sumbawa Terkini

Menyajikan Berita Politik, Seksologi, Hukum, Kriminal, Wisata, Budaya, Tokoh, Ekonomi, Bisnis, Pendidikan di Lombok, Dompu, Bima, Sumbawa Terkini.



About bali Lainnya :


Berita Lainnya

Trending About Bali

Berita Bali TV