Sejarah Bom Bali II Oktober 2005 - Beritabali.com

About Bali

Sejarah Bom Bali II Oktober 2005

Sabtu, 02 Oktober 2021 | 17:15 WITA
Sejarah Bom Bali II Oktober 2005

beritabali.com/ist/Sejarah Bom Bali II Oktober 2005

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Latar belakang peristiwa bom bali pertama adalah berkaitan dengan penyebab perang Afghanistan dan sejarah perang Afghanistan. Begitu juga dengan sejarah bom bali 2005 yang tidak jauh berbeda, yaitu menyasar para warga asing. 
Sejarah bom bali pada 2005 terjadi pada tiga lokasi terpisah yaitu Kafe Nyoman, Kafe Menega, dan Restoran R.AJA’s di Kuta Square. Menurut Ansyaad Mbai, bukti – bukti awal menunjukkan tanda bahwa paling tidak ada tiga orang pengebom bunuh diri dalam serangan ini yang mirip dengan modus operandi pengeboman tahun 2002.
Bukti bom bunuh diri didapatkan dari serpihan ransel dan tubuh manusia yang hancur, namun ada juga kemungkinan bahwa ransel–ransel itu telah disembunyikan sebelum diledakkan. 
Komisioner Polisi Federal Australia, Mick Keelty menyatakan bahwa jenis bom yang digunakan berbeda dari ledakan sebelumnya karena kebanyakan korban meninggal terluka akibat serpihan tajam atau shrapnel, dan bukan karena ledakan kimia. 
Hasil sinar X yang ditunjukkan oleh pejabat medis memperlihatkan ada benda asing yang digambarkan sebagai ‘pellet’ di dalam badan korban, juga ada korban luka yang melaporkan adanya bola bearing yang masuk ke bagian belakang tubuhnya.
Halaman :

TAGS : Bom Bali II Bom Bunuh Diri Perang Afghanistan Tindakan Kriminal Sejarah Bom Bali 2005 Serangan Terorisme Sinar X Raja Restaurant Pellet Sejarah Bom Bali Sejarah Bom Bali Berita Bali Berita Bahasa Bali Berita Berbahasa Bali Berita Bali Terkini Berita Bal


informasibali.com - Media Online Bali, Positif dan Inspiratif

Informasi Bali Terkini, Menyajikan Berita Pendidikan, Kesehatan, Wisata, Pertanian, Bisnis, Sosok, Komunitas, Info Warga di Bali, Nasional, Dunia.



About bali Lainnya :


Berita Lainnya

Trending About Bali

Berita Denpasar Terkini

Lihat Semua

Berita Bali TV