Sejarah Ubud: Dikenal Mulai Abad ke-7, Berasal dari Kata Ubad - Beritabali.com

About Bali

Sejarah Ubud: Dikenal Mulai Abad ke-7, Berasal dari Kata Ubad

Minggu, 10 Oktober 2021 | 10:45 WITA
Sejarah Ubud: Dikenal Mulai Abad ke-7, Berasal dari Kata Ubad

beritabali.com/foto: wikipedia/Sejarah Ubud: Dikenal Mulai Abad ke-7, Berasal dari Kata Ubad

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, GIANYAR.
Ubud adalah sebuah desa yang tidak jauh berbeda dengan desa-desa yang lain di Bali tetapi kalau masyarakat di Bali nasional maupun internasional tentunya banyak sepertinya yang sudah mengetahui, dapat dikatakan Ubud adalah "branding" dan banyak yang ingin tahu ada apa di balik kata "Ubud". 
"Saya pribadi akan sedikit membagi cerita dari apa yang saya ketahui dari cerita nenek saya, dari buku-buku sejarah, buku-buku penelitian, maupun dari pengalaman pribadi saya, saya akan menyampaikan ringkas cerita seperti ini," ujar warga asli Ubud Anak Agung Bagus Ari Brahmanta. Cerita tentang Ubud ini disampaikan Agung pada acara Art, Culture, Culinary, Community Gathering Shrida Taste of Ubud, (22/6/2019) lalu.
Awal kata "Ubud"
Pada abad ke 7 telah datang seorang pendeta yang bernama Markendya beserta pengikutnya yang sebenarnya beliau sebelumnya pernah tinggal di Dataran Dieng, Jawa Tengah. Beliau datang ke Bali melalui Sungai Wos. Perjalanan beliau terjadi 2 kali. Perjalanan pertama mengalami kegagalan karena banyak pengikut beliau yang meninggal. Setelah itu, beliau kembali ke Jawa dan melakukan meditasi di Gunung Raung, Jawa Timur. 
Selanjutnya beliau berusaha kembali ke Bali dengan pengikutnya dengan melakukan upacara ritual secara berantai di beberapa pura seperti Pura Gunung Lebah Ubud, Pura Pucak Payogan Ubud, Pura Gunung Raung di Taro sampai akhirnya beliau bisa melaksanakan ritual di kaki Gunung Agung yang dikenal dengan nama Besakih saat ini. Dari perjalanan beliau inilah, kata "Ubud" ini disebutkan yang berasal dari kata "Ubad". 
Pada saat itu konon ceritanya dalam perjalanan beliau, pengikutnya banyak yang sakit. Namun sesampainya di desa ini banyak yang sembuh setelah melakukan ritual penyucian diri di Sungai Wos Campuhan Ubud, di tempat berpadunya dua aliran sungai yang dinamakan secara spiritual Silukat dan Sudamala. Untuk diketahui dalam prasasti di Bali sebelumnya, baik pra sejarah atau purbakala maupun dalam dinasti Kudungga yang sudah di Bali pada abad ke 4 dan dinasti Warmadewa, tidak disebutkan kata "Ubud".
Ubud Pada Abad ke-14
Pada abad ke 14 Ubud disebutkan pada saat tampuk pemerintahan kerajaan Dalem Waturenggong, Adipati pada saat zaman pemerintahan Majapahit, pejabat yang ditempatkan oleh Raja yang beristana di Gegel untuk menguasai wilayah Ubud, dinamakan Gusti Ubud.
Masa Kerajaan Mengwi
Pada abad ke-16 setelah perubahan pusat pemerintahan dari Gegel dan pusat pemerintahan baru di Semarapura Klungkung, yang tetap dinasti Sri Aji Kepakisan di bawah kekuasaan di Bali, Raja I Dewa Agung Jambe dan di Bali tumbuh kerajaan kecil setelah runtuhnya kerajaan Gegel. Salah satunya adalah kerajaan Mengwi, Ubud, yang menjadi wilayah kerajaan Mengwi dimana wilayahnya sampai ke Pekerisan.
Pengaruh Dinasti Sukawati    Dinasti Sukawati tumbuh pada abad 17 setelah salah satu putra beliau dari dinasti Sri Aji Kepakisan di Semarapura Klungkung dalam cerita dapat mengalahkan Ki Balian Batur yang meruntuhkan Kerajaan Mengwi sehingga beberapa wilayah Kerajaan Mengwi berada di bawah kekuasaan Dinasti Sukawati dengan Raja I Dewa Agung Anom Sukawati membawahi wilayah utara Taro, barat Sungai Wos, timur Pekerisan dan selatan Pantai Ketewel. Salah satu putra dari Raja Sukawati ini membangun kerajaan kecil di Desa Peliatan yang membawahi Ubud. Putra-putra dari kerajaan kecil Peliatan ini membangun puri-puri sebagai penguasa wilayah beberapa desa seperi jabatan manca dan punggawa. 
Pada abad ke-18 Ubud menjadi kerajaan kecil di bawah pengausa yang bernama Tjokorde Gede Sukawati. Di sinilah nama Ubud mulai popular karena kiprah beliau menundukkan kerajaan kecil di sekitarnya sehingga Ubud bisa ikut serta menundukkan Mengwi bersama kerajaan Badung atas perintah Kerajaan Klungkung sehingga wilayah Ubud menjadi lebih luas pada akhir abad 18 (buku The Spell of Power, 1650-1940, Henk Schulte Nordholt, KITLV Press, 1996).
Halaman :

TAGS : Ubud Sejarah Ubud Tjokorde Gede Sukawati Kolonial Belanda Kesenian Budaya Seniman Seniman Lukisan Berita Bali Berita Bahasa Bali Berita Berbahasa Bali Berita Bali Terkini Berita Bali Hari Ini Beritabali Informasi Bali


The Best Cargo Company in Bali | Air and Sea Shipping in Bali

We are Your Experienced and Reliable Freight Forwarding Partner in Bali. Bali Cargo, Bali Freight Forwarder, Bali Shipping. Worldwide Cargo Logistics and Freight Forwarder in Bali, Air Freight Services, Sea Freight Services. Contact us Today 0811388874



About bali Lainnya :


Berita Lainnya

Trending About Bali

Berita Bali TV