Subak Wingin, Subak Dengan Anggota Umat Hindu dan Islam - Beritabali.com

About Bali

Subak Wingin, Subak Dengan Anggota Umat Hindu dan Islam

Sabtu, 25 Mei 2019 | 06:25 WITA

Beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, BULELENG.
Beritabali.com, Buleleng. Subak Wingin yang ada di Desa Tegallinggah, Sukasada Buleleng cukup unik, karena anggota subak bukan saja dari umat Hindu tetapi juga dari umat Islam. 

Pilihan Redaksi

  • Erupsi Gunung Agung Diawali Dengan Adanya Getaran Cukup Lama
  • Gunung Agung Erupsi Dengan Lontaran Lava Pijar Sejauh 3 Km
  • Jaksa Tuntut 5 Tahun Dua Terdakwa yang Pesan Ganja Patungan dari Bandung
  • Hal ini menjadikan organisasi subak sebagai  unsur pemersatu dalam memupuk integrasi umat Hindu dengan Islam di Desa Tegallinggah.
    Demikian teruangkap dalam sebuah artikel ilmiah berjudul “Integrasi Umat Hindu Dengan Islam Di  Desa Tegallinggah, Sukasada Buleleng Bali, Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah” yang dipublikasikan dalam Jurnal Pendidikan Sejarah (Widya Winataya), Volume 3 Nomor 2 Tahun 2018. Artikel ditulis oleh Nurus Shobah, I Made Pageh dan Ketut Sedana Arta dari Jurusan Pendidikan Sejarah,  Universitas Pendidikan Ganesha.
    Nurus Shobah dan kawan-kawan menuliskan integrasi umat Hindu dengan Islam di Desa di Subak Wingin terlihat dengan adanya bentuk penerimaan baik bangunan suci, lambang subak, dan struktur organisasi subak.
    Hal itu dikarenakan subak yang ada di Desa Tegallinggah berlandasan oleh falsafah Tri Hita Karana, yang meliputi unsur parhyangan, palemahan, dan pawongan.
    Unsur parhyangan yaitu unsur yang menyangkut hubungan krama subak dengan (Tuhan Yang Maha Esa), parhyangan berarti ketuhanan atau hal-hal yang berkaitan dengan keagamaaan dalam memuja Tuhan.
    Hal ini diwujutkan dengan adanya bangunan suci seperti Pura, dan Langgar, sebagai bagian simbol subak, serta adanya upacarau-pacara terkait dengan siklus pertanian.
    Selain Pura dalam subak di Desa Tegallinggah juga terdapat Langgar, yaitu bangunan untuk anggota Muslim dalam melakukan kegiatan  keagamaan yang di bangun secara berdampingan.

    Pilihan Redaksi

  • Rujak Batu-Batu, Kuliner Unik Khas Tanjung Benoa
  • Bicara Sendiri, Wajar atau Pertanda Gangguan Jiwa?
  • Nuna Surf Bali, Sekolah Surfing di Pantai Legian untuk Dewasa dan Anak-anak
  • ="margin-bottom: 15px;"> Langgar sendiri di bangun pada tahun 2013, dengan adanya bangunan suci yang di bangun secara berdampingan ini sekaligus menjadi simbol bahwa, di Tegallinggah terdapat subak yang beranggotakan umat Hindu dan Islam.
    Sedangkan unsur palemahan yaitu, berupa lahan pertanian yang dimiliki oleh anggota subak. Dimana sebagian besar tanah yang ada di Desa Tegallinggah berupa perkebunan cengkeh dan berupa persawahan.
    Unsur pawongan, sendiri adalah hubungan antara manusia dengan manusia, di Desa Tegallinggah subak yang ada beranggotakan umat Hindu dengan Islam. Sebagai subak yang plural, dalam menjaga kerukunan sesama anggota subak sering dilakukan musyawarah untuk kepentingan bersama.
    Selain musyawarah bersama yg sering dilakukan di wantilan subak, integrasi umat Hindu dengan Islam dalam subak di Desa Tegallinggah terlihat dengan diterimanya klian subak yang beragama Islam. [bbn/ Widya Winataya/mul]

    Penulis : I Nengah Muliarta

    Editor : I Nengah Muliarta


    TAGS : Subak Wingin Anggota Hindu Islam


    Biar kamu #TetapTerjaga dirumah, Kami antar semua kebutuhanmu Pakai Bluebird COD - Chat-Order-Deliver

    Program berlaku di area Sarbagita, Argo taksi dimulai pick-up di lokasi pertama dan Pembayaran Tunai atau Non-Tunai melalui Easy Ride My Bluebird.



    About bali Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending About Bali

    Berita Bali TV