Bali dan Nusa Tenggara Diapit Dua Pembangkit Gempabumi - Beritabali.com

About Bali

Bali dan Nusa Tenggara Diapit Dua Pembangkit Gempabumi

Rabu, 03 Oktober 2018 | 07:45 WITA

Beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Peristiwa gempabumi yang kerap terjadi di Bali hingga Nusa Tenggara Timur, dipicu oleh dua formasi geologi pembangkit gempabumi. Pertama adalah penunjaman lempeng tektonik Indo-Australia di bawah lempeng Eurasia.

Pilihan Redaksi

  • Sejarah Gempa Dahsyat dan Tsunami "Gejer Bali" di Buleleng Tahun 1815
  • Ibu Korban Gempa Sulteng Dewa Yoga: Nunas Tulung Doakan Anak Tiyang Pang Selamet
  • Gempa 5,9 SR di Sumba Timur, Dirasakan di Denpasar
  •  
    Lempeng tersebut berdinamika membentuk jalur gempabumi memanjang dari Andaman-Nicobar-Sumatera- Selatan Jawa- Selatan Bali-Nusa Tenggara hingga Laut Banda. Jalur ini sangat aktif membangkitkan gempabumi dalam berbagai kekuatan dan kedalaman.
     
    Bahkan pusat gempabumi mencapai kedalaman diatas 500 kilometer di kawasan busur kepulauan Bali-Nusa Tenggara. 
     
    Kedua yaitu patahan naik belakang busur kepulauan atau biasa disebut Back Arc Thrust. Patahan ini memanjang dari Flores melewati utara NTB dan perpanjangnya hingga ke laut Bali di sebelah utara Pulau Bali. Ciri dari gempabumi yang dihasilkan adalah memiliki kedalaman dangkal. Apabila gempabumi berkekuatan magnitude besar terjadi di jalur ini akan berakibat sangat merusak.
     
    Selain getaran tanah yang bergejolak, kerap membawa bencana susulan seperti tanah longsor dan Tsunami. Gempabumi Bali 22 November 1815, Gejer Bali 21 Januari 1917, gempabumi-Tsunami Flores 12 Desember 1992 dan gempabumi Alor 4 November 2015 disebabkan oleh pergerakan dua blok batuan besar di zona patahan ini.
     
    Upaya Mitigasi
     
    Gempabumi memiliki kecenderungan berulang namun belum dapat diprediksi presisi kapan waktunya. Menyadari potensi ancaman yang tidak terpredisi ini, langkah-langkah pengurangan resiko bencana mutlak dilaksanakan untuk antisipasi di masa mendatang.
     
    BMKG yang bekerjasama dengan LIPI, BNPB dan TN

    Pilihan Redaksi

  • Ahli Tsunami: Jika Ada Gempa Lebih dari 2 Menit, Segera Jauhi Pantai
  • BNPB Ingatkan Ribuan Korban Gempa Lombok Masih Perlu Bantuan
  • BMKG Jangkau Informasi Gempa Bagi Tunanetra dan Tunaaksara
  • I-AL  melakukan kegiatan pelatihan antisipasi bencana Tsunami di Buleleng pada tanggal 8-10 Desember 2010.
     
    Kegiatan yang bertajuk Evakuasi Mandiri Bagi Masyarakat Pantai Terhadap Bahaya Tsunami tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman akan Tsunami dan tindakan apa yang harus diambil ketika bencana datang. 
     
    Pada tahun 2015, BMKG  memasang sirine peringatan dini Tsunami di Lapangan Umum Seririt. Sirine ini diresmikan dan dicobakan pertama kali pada tanggal 29 September 2015.  Perintah pembunyian dilaksanakan dari Ruang Pusdalops BPBD Provinsi Bali di Renon Denpasar.
     
    Sirine yang terintegrasi ke sistem peringatan dini tsunami Indonesia (InaTEWS) ini diharapkan dapat memberikan peringatan kepada warga sebelum Tsunami menerjang.
     
    Terdapat celah waktu antara gempabumi dan kedatangan Tsunami, celah waktu ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk menyelamatkan jiwa. [bbn/rst/berbagai sumber/psk]

    Penulis : Putra Setiawan

    Editor : Putra Setiawan


    TAGS : Gempa Tsunami Bali


    Bali Tour Company | Bali Day Tours Packages | Bali Tours Activities

    Best online Bali Tour Company Service for your holiday in Bali Islands by offer special Bali Day Tours Packages, Bali Activities Tour with Professional Bali Tours. Contact us Today 082340081861



    About bali Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending About Bali

    Berita Bali TV