Sejarah Kelam G30S 1965 di Bali (9): Pembantaian PKI Paling Parah Terjadi di Jembrana - Beritabali.com

About Bali

Sejarah Kelam G30S 1965 di Bali (9): Pembantaian PKI Paling Parah Terjadi di Jembrana

Selasa, 18 September 2018 | 09:07 WITA
Sejarah Kelam G30S 1965 di Bali (9): Pembantaian PKI Paling Parah Terjadi di Jembrana

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Hingga saat ini, masih banyak kabut seputar peristiwa G30S PKI 1965. Namun yang paling dirasa Nyoman adalah aksi balas dendam yang begitu masif menimpa semua elemen PKI. Semua anggota dan pimpinan S3 (Serikat Sekerja Sosial yang didominasi orang-orang PKI) di seluruh Bali mati dibunuh pasca peristiwa G30S. Korban pertama adalah Putu Slamet, ia digorok di depan kamar mandi, di kantornya sendiri, Dinas Sosial di Singaraja.
 
Mereka yang hanya ikut-ikutan masuk PKI atau hanya simpatisan organisasi di bawah naungan PKI, banyak menjadi korban. Pada awal Februari 1966, Nyoman Sirna dan delapan orang mahasiswa STKS mengadakan penelitian tentang akibat terjadinya G30S di Bali. Penelitian dilakukan di Kabupaten Jembrana, salah satu Kabupaten dimana pembantaian PKI terjadi paling parah. 
 
Sekitar dua minggu Nyoman Sirna melakukan penelitian, meninjau desa-desa dimana banyak terdapat korban pembantaian. Mereka menemukan berbagai keterangan soal kronologi dan variasi peristiwa pembantaian.
 
Ada yang mengaku melihat bagaimana kader PKI diperintahkan untuk mengumpulkan orang-orang PKI, lalu salah seorang diperintahkan membunuh semua pengikutnya. Terakhir giliran si tokoh PKI itu sendiri yang ditembak.
 
Ada juga sepasukan tentara yang diantar oleh Pemuda Ansor setempat, menunjuk sebuah kampung dengan mengatakan semua penduduknya PKI, yaitu Desa Mertasari. Desa itu ada di pinggiran sebelah timur Kota Negara. Tentara kemudian mengumpulkan semua penduduk Desa Mertasari, membunuh semuanya, menjarah harta bendanya, dan membakar kampungnya hingga rata dengan tanah.
 
Di beberapa tempat di kabupaten Jembrana, seperti di Baluk dan Tukadaya/Melaya, terdapat kuburan massal yang pada masing-masing lubang berisi mayat di atas 50 orang, tua-muda, anak-anak, laki perempuan. Di Desa Rening, tempat-tempat pemujaan keluarga (sanggah) dibakar habis karena pemiliknya dianggap PKI.
 
Banyak lagi peristiwa lain yang mengerikan. Pantai Candikesuma merupakan kuburan bagi orang-orang PKI yang ditangkapi dan diangkut secara bersama dari berbagai desa, dari kota, dari pelosok-pelosok Jembrana. Ini baru di Kabupaten Jembrana. Daerah-daerah lainnya tak kurang sama seramnya. Peristiwa pemberontakan G30S adalah sebuah peristiwa sejarah hitam yang besar dalam perjalanan bangsa Indonesia. (Tim Beritabali.com/Bersambung)

Penulis : Rilis Pers

Editor : I Komang Robby Patria


TAGS : G30SPKI Sejarah Kelam Di Bali Pembantaian Di Jembrana


Bali Tour Company | Bali Day Tours Packages | Bali Tours Activities

Best online Bali Tour Company Service for your holiday in Bali Islands by offer special Bali Day Tours Packages, Bali Activities Tour with Professional Bali Tours. Contact us Today 082340081861



About bali Lainnya :


Berita Lainnya

Trending About Bali

Berita Bali TV